Bawaslu Manggarai dan Lembaga Nusa Bunga Mandiri Perkuat Sinergi, Bedah Isu Oligarki hingga Netralitas ASN


Bawaslu Manggarai dan Lembaga Nusa Bunga Mandiri Perkuat Sinergi, Bedah Isu Oligarki hingga Netralitas ASN

Penulis: Milikior Sobe, S.Fil. (Staf Lembaga Nusa Bunga Mandiri Ruteng Manggarai)
Kategori: Politik & Hukum

                     (foto: Bawaslu & staf LNBM)

RUTENG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar diskusi strategis bertajuk "Konsolidasi Demokrasi" bersama Lembaga Nusa Bunga Mandiri (LNBM) di Ruteng, Selasa (12/5). Pertemuan ini menjadi ruang krusial untuk memetakan tantangan demokrasi lokal yang kian kompleks menjelang kontestasi politik mendatang.

Ketua Bawaslu Manggarai, Fortunatus Hamsah Manah, menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan wadah penting untuk memperkuat sinergi aktor pro-demokrasi serta ruang pertukaran ide demi memperbaiki kualitas demokrasi di tingkat lokal. Menurutnya, isu-isu seperti ancaman oligarki, politik uang, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga degradasi politik gagasan menjadi fokus utama dalam pengawasan pemilu ke depan.

"Fokus utama kita adalah membahas isu politik uang, netralitas ASN, serta ancaman oligarki yang kian nyata dalam kontestasi politik di tingkat lokal," ujar Fortunatus.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Manggarai, Marselina Lorensia, berharap diskusi ini menghasilkan catatan kritis sebagai bahan evaluasi kelembagaan. Ia juga menyoroti fenomena budaya dan adat istiadat Manggarai yang sering kali dijadikan alat legitimasi politik dalam kampanye elektoral.

Direktur Lembaga Nusa Bunga Mandiri, Kanisius Theobald Deki, menyampaikan enam poin evaluasi mendalam terhadap realitas demokrasi substantif di Flores, khususnya di Kabupaten Manggarai:

1. Pergeseran makna politik sebagai lapangan pekerjaan, bukan pengabdian.
2. Ancaman oligarki akibat kemiskinan struktural.
3. Pentingnya penyelenggara pemilu memastikan integritas proses.
4. Netralitas ASN sebagai gerakan bersama.
5. Pembuktian kemandirian Bawaslu kepada publik.
6. Keterbukaan dalam penanganan pelanggaran pemilu.

Sekretaris LNBM, Antonius Mbukut, menambahkan keprihatinannya terhadap dominasi uang yang berpotensi meminggirkan generasi muda cerdas. "Idealnya tidak ada seremoni budaya dalam pemilu kita, karena yang dibutuhkan adalah seremoni gagasan," tegasnya.

Langkah Strategis Mendatang

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Manggarai dan LNBM menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya: memperkuat strategi pencegahan politik uang, menyusun regulasi teknis pengawasan kampanye, memperluas edukasi netralitas ASN melalui pamflet informasi, membangun mimbar akademik bersama kampus-kampus di Manggarai, serta melibatkan organisasi mahasiswa berbasis kecamatan sebagai agen pengawas partisipatif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Dukungan Emosional bagi Ibu Pasca Keguguran

Aku Sehelai Kain Putih

Degradasi Makna Kata