DARI ANGKA MENUJU MAKNA
Dosen Unika Santu Paulus Ruteng Dorong Transformasi Evaluasi Pendidikan di Manggarai: Dari Angka Menuju Makna
Ruteng, 6 Februari 2026– Hasil analisis Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SMA di Kabupaten Manggarai menunjukkan perlunya perubahan mendasar dalam paradigma evaluasi pendidikan. Dua dosen Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng mendorong pendekatan yang lebih humanis, yaitu mengubah angka hasil tes menjadi dasar pemahaman kebutuhan individu siswa, bukan sekadar label prestasi atau kegagalan.
Kegiatan diskusi strategis bertajuk “Analisis dan Refleksi Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Siswa SMA di Manggarai” digelar di SMAN 1 Langke Rembong, Kamis, 5 Februari 2026. Acara ini dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi NTT Wilayah VI Adrianius Ngongo, S.Pd., M.M., para pengawas, serta kepala sekolah dari beberapa SMA kolaborator, termasuk SMAS Setia Bakti, SMAS St. Fransiskus, SMAS St. Klaus, SMAN 2 Langke Rembong, dan SMAN 1 Langke Rembong.
Pemaparan utama disampaikan oleh Dr. Marianus M. Tapung, S.Fil., M.Pd., dan Petrus P. Redy Jaya, S.Fil., M.Pd., dosen Unika Santu Paulus Ruteng. Mereka mengintegrasikan data TKA 2025 dengan Rapor Pendidikan 2025 untuk menghasilkan analisis yang lebih mendalam.
Dr. Marianus Tapung mengkritik kecenderungan “positivisme regresif” di dunia pendidikan, di mana nilai ujian hanya digunakan untuk mengklasifikasikan siswa sebagai pintar atau kurang pintar. “Pendidikan bukan tentang mencetak skor seragam. Kami mendorong transformasi menuju humanisme progresif. Setiap angka dalam TKA harus dibaca sebagai pintu masuk untuk memahami kebutuhan unik setiap individu siswa, bukan alat untuk mematikan potensi mereka,” ujarnya.
Analisis yang dilakukan menggunakan pendekatan statistik tingkat lanjut, meliputi statistik deskriptif, **Latent Profile Analysis (LPA)** untuk memetakan tipologi kompetensi, analisis kluster, serta regresi logistik multinomial. Hasilnya mengidentifikasi **lima profil akademik siswa** yang berbeda, mulai dari kelompok sangat unggul hingga kategori “At-Risk” (berisiko).
Petrus Redy P. Jaya menekankan bahwa keberhasilan akademik tidak terlepas dari konteks lingkungan sekolah. “Data menunjukkan adanya korelasi kuat antara level individu dan institusi. Iklim keamanan sekolah serta kebinekaan yang terekam dalam Rapor Pendidikan terbukti menjadi prasyarat utama terciptanya resiliensi psikologis siswa dalam menghadapi tantangan akademik,” jelasnya.
Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan tiga langkah strategis berbasis bukti:
1. **Transformasi Kepemimpinan** — Kepala sekolah perlu beralih dari peran administratif murni menjadi pemimpin instruksional yang memprioritaskan kualitas pembelajaran.
2. **Diferensiasi Pedagogis** — Sekolah diharapkan menerapkan pendekatan pembelajaran yang berbeda sesuai profil siswa, misalnya intervensi khusus literasi untuk kelompok tertentu dan penguatan numerasi dasar untuk kelompok lain.
3. **Kebijakan Berbasis Data (Evidence-Based Policy)** — Pemerintah daerah didorong mengalokasikan sumber daya—termasuk guru berkualitas dan sarana prasarana—secara lebih adil kepada sekolah-sekolah dalam kluster “Perlu Intervensi” guna mengurangi kesenjangan mutu antarwilayah.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi NTT Wilayah VI Adrianius Ngongo menyambut positif hasil kajian ini. Ia menyatakan bahwa temuan tersebut dapat menjadi landasan untuk audit mutu internal yang berkelanjutan di tingkat kabupaten.
Dr. Marianus Tapung menutup paparannya dengan pesan kuat: “Kini saatnya kita mengubah data menjadi daya dan temuan menjadi tindakan nyata. Masa depan siswa kita di perguruan tinggi dan dunia kerja ditentukan oleh keberanian kita hari ini untuk mengambil langkah strategis yang lebih bermakna.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaborasi antara Unika Santu Paulus Ruteng, Dinas Pendidikan, dan sekolah-sekolah mitra dalam kerangka Kurikulum Merdeka serta program Merdeka Belajar-Merdeka Mengajar. Acara mengusung tema utama "Dari Angka Menuju Makna”, yang mencerminkan semangat refleksi mendalam terhadap data pendidikan demi peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Manggarai.
Tentang Peneliti
Dr. Marianus Tapung, S.Fil., M.Pd. adalah akademisi senior di Unika Santu Paulus Ruteng dengan fokus kajian sosial dan pendidikan.
Dr. Petrus Redy P. Jaya, S.Fil., M.Pd. adalah dosen di universitas yang sama dan tengah menempuh program doktoral bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Penulis: Milikior Sobe, S.Fil.
Komentar
Posting Komentar