Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

SMKSK-IT Mengikuti Upacara Bendera Memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI di Lapangan Natas Labar Kabupaten Manggarai

Gambar
SMKSK-IT Mengikuti Upacara Bendera Memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI di Lapangan Natas Labar Kabupaten Manggarai       Perwakilan Guru SMKSK-IT (Pak Charly di tengah) Suasana khidmat dan penuh kebanggaan tampak menyelimuti Lapangan Natas Labar, Kabupaten Manggarai, saat ratusan guru, tenaga pendidik, serta peserta didik dari berbagai SMA dan SMK mengikuti Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80. SMKSK-IT (Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Kesehatan Indonesia Timur) turut hadir sebagai salah satu sekolah yang mengambil bagian dalam kegiatan ini. Apel Bersama Meneguhkan Persatuan Guru Manggarai  Kegiatan dimulai dengan apel bersama yang diikuti oleh seluruh peserta upacara dari kecamatan Langke Rembong. Para peserta didik dan staf pendidik tampak tertib mengikuti jalannya upacara di bawah cerahnya langit Manggarai. Keunikan acara tahun ini terlihat dari pakaian adat Manggarai yang dikenakan oleh sebagian bes...

Guru Kebijaksanaan di Abad ke-21: Refleksi Filsafat Xúnzǐ* pada Hari Guru Nasional dan HUT PGRI 2025

Gambar
Guru Kebijaksanaan di Abad ke-21: Refleksi Filsafat Xúnzǐ* pada Hari Guru Nasional dan HUT PGRI 2025 Oleh: Milikior Sobe, S.Fil.** Hari Guru Nasional dan HUT PGRI setiap tanggal 25 November membuka ruang yang sangat bermakna bagi refleksi mendalam tentang arah pendidikan bangsa. Pada abad ke-21 ini, ketika teknologi, informasi, dan budaya global bergerak begitu cepat, guru dipanggil untuk kembali menjadi *pembimbing kebijaksanaan*. Perayaan Hari Guru menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transmisi pengetahuan, tetapi “proses pembentukan manusia dalam seluruh dimensi kemanusiaannya.” Refleksi ini menemukan pijakan kuat dalam pemikiran Xúnzǐ, seorang filsuf yang menegaskan bahwa manusia “tidak otomatis menjadi baik, tetapi harus dibentuk melalui pendidikan dan latihan” (Fung Yu-Lan, 1990:187). Maka, momentum Hari Guru perlu menjadi panggilan moral untuk memaknai kembali tugas guru sebagai penata karakter manusia. Xúnzǐ dan Konteks Pemikirannya Xúnzǐ, atau Xun Kuang, merup...

Pidato: Guru Inspirator Masa Depan

Gambar
PIDATO / SAMBUTAN PERWAKILAN PESERTA DIDIK SMKSK-IT PADA PERINGATAN HARI PGRI 2025 (Disertai Dokumentasi Kegiatan)* Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua, Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan. Yang saya hormati Bapak/Ibu dewan guru SMK Kesehatan Indonesia Timur, Yang saya banggakan seluruh teman-teman peserta didik. Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kita dapat bersama-sama memperingati Hari Guru Nasional sekaligus Hari PGRI tahun 2025 dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan. Hadirin sekalian, Hari Guru adalah momen untuk mengenang betapa besarnya pengabdian para pendidik dalam membentuk karakter, ilmu, dan masa depan kita. Tema yang saya bawa hari ini adalah: Guru, Inspirator Masa Depan Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh **Theresia Desi Ratna**, salah satu peserta didik SMKSK-IT: "Guru adalah cahaya yang tidak pernah padam. Mereka...

Kepsek SMKS Kesehatan Indonesia Timur: Guru Menjadi Model Bagi Insan Manusia di Bumi

Gambar
Kepsek SMKS Kesehatan Indonesia Timur: Guru Menjadi Model Bagi Insan Manusia di Bumi.    Pak John Kepsek SMKSK-IT (tengah baju merah ) saat  berpose bersama peserta didik PKL SMKSK-IT di Kopdit Swasti Sari  Dalam rangka menyongsong peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI, Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Kesehatan Indonesia Timur (SMKSK-IT) dan SMPK Santu Antonius Ruteng menggelar acara bersama yang berlangsung meriah di lapangan upacara kedua lembaga pendidikan tersebut, Senin (24/11/2025). Kepala SMKSK-IT, Johanes Batara, S.E. , dalam sambutannya menegaskan peran sentral guru sebagai teladan bagi seluruh elemen masyarakat. Di hadapan dewan guru dari kedua sekolah serta seluruh peserta didik, ia menekankan bahwa keberadaan para pendidik adalah dasar yang membentuk perjalanan hidup setiap individu. “Hari ini kita memeriahkan acara PGRI untuk kembali mengingat jasa para pendidik—para guru yang telah menjadi model bagi setiap orang yang memiliki...

Guru Punya Peran Strategis Perkuat Pendidikan Karakter dan Kewarganegaraan untuk Masyarakat yang Kohesif

Gambar
Jakarta, 24 November 2025  — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bekerja sama dengan Institut Leimena menyelenggarakan Webinar Internasional bertema  “Peran Guru dalam Memperkuat Pendidikan Karakter dan Kewarganegaraan dalam Membangun Masyarakat yang Kohesif.”  Kegiatan ini didukung oleh  Templeton Religion Trust  dan diikuti para pendidik dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta internasional. Acara yang berlangsung Senin malam (24/11), pukul 19.00–21.00 WIB ini menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dari Indonesia dan Singapura, dengan terjemahan simultan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Komitmen Memperkuat Karakter Bangsa Dalam sambutan pembukaannya,  Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. , Direktur Jenderal GTK, menekankan peran sentral guru dalam menjaga ketahanan sosial bangsa. “Guru ...

Sic Transit Gloria Mundi: Ketika Kekuasaan Tak Lagi Abadi

Gambar
Tidak Ada Kejayaan Abadi Oleh Edi Danggur*                                  Bapak Edi Danggur Dalam masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo pernah dielu-elukan, bahkan dipuja layaknya pemimpin tanpa cela. Popularitas dan kekuasaannya mencapai titik yang sulit dibayangkan oleh publik pada awal kemunculan sosoknya di panggung politik nasional. Namun, sebagaimana sejarah sering mengajarkan, kekuasaan adalah ruang yang berubah cepat—dan penghormatan publik tidak pernah menjadi milik abadi siapa pun. Ketika tidak lagi memegang tampuk kekuasaan, berbagai tudingan terhadap Jokowi bermunculan. Dari isu ijazah palsu, dugaan monopoli bisnis keluarga, hingga sangkaan penyimpangan kebijakan selama berkuasa—semuanya mengalir tanpa henti. Publik yang dulu mengagungkan, kini ikut “menelanjangi” sosok yang pernah dijunjung tinggi. Begitulah nasib para penguasa: posisi terhormat dapat berubah menjadi subj...

Homo Socius dalam Ancaman Digitalisasi: Dampak Teknologi terhadap Eksistensi Sosial Manusia

Gambar
Homo Socius dalam Ancaman Digitalisasi: Dampak Teknologi terhadap Eksistensi Sosial Manusia                               (sumber foto: Google) P enulis: Milikior Sobe  Institusi: Lembaga Nusa Bunga Mandiri  Email: nanamelkysoberengka@gmil.com ------------------------------------------- Abstrak Kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun budaya. Sebagai hasil kreativitas dan inovasi manusia, teknologi awalnya hadir untuk memudahkan kehidupan dan meningkatkan efisiensi aktivitas manusia. Namun, perkembangan teknologi digital dewasa ini justru mengubah pola interaksi sosial dan eksistensi manusia sebagai *homo socius*—makhluk sosial yang hakikatnya bergantung pada interaksi tatap muka dan hubungan emosional. Artikel ini berupaya mengkaji secara kritis bagaimana perkembangan teknologi modern telah menggeser makna kemanusiaan...

Antara Keadilan dan Kemanusiaan (Refleksi dari Ruang Sidang)

Gambar
Antara Keadilan dan Kemanusiaan (R efleksi dari Ruang Sidang)   Kasus seorang anak yang mencuri roti untuk ibunya yang sakit telah memicu perdebatan mendalam tentang esensi keadilan. Di satu sisi, hukum harus ditegakkan. Pencurian adalah pelanggaran yang tidak bisa dibenarkan. Namun, di sisi lain, kita tidak bisa menutup mata terhadap alasan di balik tindakan tersebut: kemiskinan dan keputusasaan.   Keputusan hakim untuk mendenda seluruh ruang sidang adalah langkah yang kontroversial, tetapi juga membuka mata kita. Ini adalah pengakuan bahwa keadilan sejati tidak hanya tentang menghukum pelaku, tetapi juga tentang mengatasi akar masalahnya. Tindakan anak tersebut adalah cerminan dari kegagalan sistem sosial kita dalam melindungi warganya yang paling rentan.   Opini publik terpecah. Ada yang berpendapat bahwa hakim telah melanggar hukum dan menciptakan preseden buruk. Namun, ada pula yang memuji kebijaksanaannya dan keberaniannya untuk melampaui batasan formali...

Aku Sehelai Kain Putih

Gambar
                               Aku Sehelai Kain Putih       * Melky S.** ketika diangkat dan dilantik menjadi mitra dan ketua forum peduli hak asasi manusia wilayah Indonesia Timur, Nusa Tenggara (NTT & NTB periode 2009-2014_dokpri).   Aku adalah sehelai kain putih, terhampar di atas meja kehidupan, menunggu sentuhan pena ilahi. Lahir di Wetok Desa Ndehes, Kecamatan Wae Ri'i l, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, di tengah kesederhanaan yang membalut, aku tumbuh dalam didikan nilai-nilai luhur. Semangat Vita est Militia mengalir dalam darahku, menyadarkan bahwa hidup adalah perjuangan, bukan sekadar rangkaian peristiwa.   Dari rahim kesederhanaan , aku belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan pemicu untuk berjuang lebih keras. Orang tuaku, dengan segala keterbatasan, menanamkan mimpi dalam hatiku, bahwa dengan kerja keras dan doa, aku ...